Masih Ingat Deg-degan Nunggu Email Lamaran?
Jujur saja, saya masih ingat betul perasaan campur aduk waktu itu. Antara deg-degan, berharap, sekaligus cemas kalau-kalau lamaran kerja yang dikirim entah berantah bakal berbalas. Apalagi kalau yang dilamar perusahaan gede kayak Unilever. Rasanya, wah, itu kayak ngelamar kerja ke istana kali ya. Tapi, padahal waktu itu, kalau ada informasi lowongan yang jelas begini, mungkin perjuangan saya bisa sedikit lebih ringan. Nah, kebetulan nih, sekarang Unilever Indonesia lagi buka pintu lebar-lebar. Katanya sih, ada banyak posisi strategis yang tersedia. Lumayan buat kalian yang lagi berburu ‘tiket’ masuk ke perusahaan idaman.
Sekilas Tentang Loker Unilever Agustus Ini
Jadi, saya lihat-lihat infonya, ternyata ada berbagai macam posisi yang ditawarkan. Mulai dari yang mungkin butuh pengalaman lumayan, sampai yang buat fresh graduate pun sepertinya ada celahnya. Yang bikin menarik, mereka sebut ada posisi-posisi strategis. Ini bukan sekadar posisi biasa, lho. Biasanya, posisi strategis itu artinya punya peran penting dalam sebuah departemen atau bahkan perusahaan. Misalnya saja, posisi di bagian marketing yang lagi gencar inovasi, atau di supply chain yang lagi dituntut efisien. Kalau ditanya pendapat saya, ini kesempatan emas buat kalian yang punya ambisi dan mau berkembang.
Kualifikasinya pun beragam. Ada yang fokus ke latar belakang pendidikan tertentu, ada yang lihat dari pengalaman kerja, bahkan ada juga yang menekankan pada soft skills. Ini bagus, karena artinya Unilever nggak cuma lihat ijazah, tapi juga potensi orangnya. Coba deh dicek satu-satu, siapa tahu ada yang cocok banget sama passion atau latar belakang kalian.
Dulu, pas pertama kali lulus, saya kirim lamaran ke ratusan perusahaan. Baru diterima setelah tiga bulan kemudian. Pengalaman ini bikin saya paham banget gimana rasanya jadi pencari kerja.
Tips Biar Nggak Gagal Fokus pas Lamar
Nah, biar nggak salah langkah waktu mau daftar, ada beberapa hal nih yang menurut saya perlu diperhatikan. Pertama, baca baik-baik deskripsi posisi yang ditawarkan. Jangan cuma lihat judulnya ‘strategis’ terus langsung daftar. Pahami tugas dan tanggung jawabnya. Cocok nggak sama keahlian dan minat kalian? Kalau dipaksain, nanti malah nggak betah kan?
Kedua, siapkan CV dan cover letter yang to the point. Nggak perlu terlalu banyak kata-kata manis atau gaya bahasa yang aneh. Jelaskan saja secara singkat tapi meyakinkan, kenapa kalian yang paling pas buat posisi itu. Tonjolkan pencapaian atau pengalaman relevan yang kalian punya. Kalau dulu saya, suka banget nulis pencapaian itu pakai angka. Misalnya, ‘berhasil meningkatkan penjualan sebesar 15%’ daripada cuma bilang ‘bertanggung jawab atas penjualan’. Itu beda banget dampaknya.
Ketiga, jangan lupa riset kecil-kecilan tentang Unilever. Apa aja sih nilai-nilai perusahaan mereka? Lagi fokus ke program apa? Ini penting biar pas ditanya saat interview, kalian nggak gagap. Menunjukkan kalau kalian benar-benar tertarik dan sudah melakukan upaya lebih, itu nilai plus banget di mata HRD.
Kesempatan Buat Kalian yang Siap Berubah
Saya percaya, setiap lowongan kerja itu ibarat sebuah pintu. Terbuka buat siapa saja yang punya kemauan dan nyali untuk mencoba. Unilever, dengan segala reputasi dan programnya, jelas menawarkan sebuah perjalanan karir yang menjanjikan. Tapi ingat, nggak ada perusahaan yang mau menerima orang yang cuma datang tanpa persiapan. Jadi, manfaatkan informasi lowongan ini sebaik-baiknya.
Buat yang merasa cocok, jangan tunda-tunda lagi. Segera cari informasi detailnya dan lengkapi persyaratannya. Siapa tahu, kalian adalah talenta yang sedang dicari oleh Unilever saat ini. Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kalau bukan kalian, siapa lagi?
Baca juga:




