Bukan Sulap, Bukan Sihir: Cara Jitu Tetap Update Lowongan Kerja
Kalau kamu baru lulus kuliah atau SMK, rasa-rasanya dunia kerja itu seperti labirin raksasa, ya? Kadang kita merasa udah ngirim lamaran ke sana-sini, eh zonk. Atau lebih parah lagi, malah nggak tahu ada lowongan keren yang udah ditutup dari kapan tahun. Rasanya kayak ketinggalan kereta di stasiun yang ramai, padahal naik kereta itu impian. Jujur saja, saya dulu juga begitu. Sempat bingung banget mau mulai cari dari mana, apalagi di portal kerja itu jumlahnya banyak banget.
Tapi ternyata, ada lho cara yang lebih strategis supaya kita nggak cuma jadi penonton. Ini bukan soal punya kenalan orang dalam, kok. Ini soal gimana kita bisa jadi pemburu lowongan yang cerdas. Dan yang paling penting, ini bisa banget dilakuin sama siapa saja, termasuk kamu para pencari kerja pemula.
Manfaatin Teknologi, Tapi Jangan Ketinggalan Jadwal
Zaman sekarang, mau cari informasi apapun sebenarnya gampang. Termasuk nyari loker. Tapi, kalau kita cuma mengandalkan satu atau dua website saja, risikonya lumayan besar. Bisa jadi kita kelewatan banyak kesempatan emas. Nah, kuncinya adalah diversifikasi sumber dan punya sistem yang rapi.
Pertama, coba deh ubek-ubek platform profesional seperti LinkedIn. Tapi bukan cuma sekadar bikin profil ya. Coba aktifkan notifikasi lowongan berdasarkan kata kunci yang kamu minta. Misalnya, kalau kamu mau jadi ‘Admin Sosial Media’, masukkan itu. Nanti, kalau ada lowongan baru yang cocok, langsung muncul di notifikasi kamu. Ini kayak punya asisten pribadi yang siap ngingetin kapan pun ada info baru.
Kedua, jangan lupakan website careers dari perusahaan-perusahaan idamanmu. Banyak kok perusahaan besar yang rutin update lowongan di website mereka sendiri, kadang sebelum dipasang di portal umum. Kebetulan sekali, beberapa waktu lalu saya ngobrol sama teman yang baru saja dapat kerja di sebuah startup teknologi. Dia cerita kalau dia dapat info lowongan itu dari ‘career page’ perusahaan, bukan dari job portal.
Ketiga, gabunglah ke komunitas atau grup yang relevan. Banyak grup Facebook atau Telegram yang isinya info lowongan kerja terbaru, bahkan ada yang spesifik untuk lulusan baru. Ini bisa jadi sumber informasi dadakan yang sangat berguna. Tapi hati-hati juga ya, jangan sampai tergiur sama lowongan yang terlalu bagus untuk jadi kenyataan. Cek dulu kredibilitas perusahaan atau detail lowongannya.
Jejak Digital Itu Penting, Tapi Jaga Kredibilitas
Ketika kamu mulai aktif mencari kerja, sadar nggak sih kalau jejak digitalmu itu penting banget? Perusahaan sekarang sering banget mencari tahu calon karyawannya lewat Google atau media sosial. Makanya, pastikan apa yang mereka lihat itu positif dan profesional.
Ini bukan berarti kamu harus jadi orang lain di dunia maya. Cukup pastikan saja postinganmu tidak menjelek-jelekkan pihak lain, tidak mengandung ujaran kebencian, dan sebisa mungkin menampilkan sisi positif atau profesionalmu. Kalau kamu punya portofolio online, misalnya blog pribadi tentang keahlianmu, atau akun Instagram yang isinya karya-karyamu, itu bisa jadi nilai tambah.
Saya pernah direkrut jadi *content writer* magang di salah satu EO karena mereka menemukan blog pribadi saya yang membahas soal tren menulis kreatif. Padahal, di blog itu saya cuma nulis iseng-iseng setiap akhir pekan. Tapi ternyata, itu jadi poin plus yang bikin mereka yakin saya punya passion di bidang itu.
Terus Belajar, Tetap Adaptif
Dunia kerja itu dinamis banget. Kemarin mungkin ada keahlian yang lagi tren, eh sekarang sudah ada yang baru lagi. Buat kamu yang pemula, ini malah jadi kesempatan emas untuk terus belajar dan mengasah diri. Jangan sungkan ikut webinar gratis, kursus online singkat, atau bahkan baca-baca artikel edukatif yang banyak bertebaran di internet.
Yang terpenting adalah punya kemauan untuk berkembang. Kalau kamu terus mau belajar dan beradaptasi, kamu nggak akan pernah benar-benar dianggap ‘pemula’ selamanya. Kamu akan jadi pribadi yang siap menghadapi tantangan apa pun di dunia kerja. Jadi, gimana? Sudah siap jadi pemburu loker yang cerdas?
Baca juga:





